Kekuatan Emas Hitam di Dunia Internasional




Pieter Wibisono - 2016330131/News Coverage


Kita tahu bahwa minyak merupakan komoditas yang cukup dicari dan cukup besar penggunaanya baik untuk keperluan industri hingga ruang lingkup yang kecil seperti rumah tangga. Besar dan tingginya permintaan terhadap komoditas minyak di dunia seharusnya menjadi sebuah hal baik bagi negara-negara penghasil dan pengekspor minyak bumi. Namun realitanya harga minyak dunia pada tahun 2014 ada pada titik 96,2 juta Dollar AS per-barelnya. Harga tersebut terjun bebas di tahun 2015. Venezuela adalah salah satu negara penghasil minyak yang cukup parah terkena dampak dari terjun bebasnya harga minyak dunia, mengingat Venezuela bergantung satu-satunya terhadap komoditas minyak.
Bicara tentang dampak yang dialami oleh Venezuela karena turunya harga minyak, dampaknya sendiri tidak hanya berimbas pada Venezula. Negara-negara di sekitar seperti Kolombia juga terkena imbas dari krisis di Venezuela. Banyak hal-hal cukup memilukan yang dialami oleh warga-warga yang hidup ditengah-tengah krisis Venezuela. Turunnya harga minyak dunia berimbas salah satunya pada nilai tukar mata uang Venezuela. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS saat ini kita anggap saja sekitar 14.500-15.000 Rupiah per Dollar AS, di Venezuela sendiri nilainya hampir sekitar 6,3 juta Bolivar per Dollarnya. Inflasi Venezuela sendiri dikatakan kurang lebih mencapai 1000%.
Harga barang-barang kebutuhan seperti daging, sayuran, dan lain-lain sangat signifikan kenaikannya. Di Venezuela daging satu ekor ayam utuh dihargai 14,6 miliar Bolivar. Hal lain yang menyedihkan juga adalah dimana pekerja disana digaji dengan telur ayam. Selain itu ada juga warga yang terpaksa untuk mengkonsumsi daging busuk untuk makan. Bagi negara-negara di sekitarnya, krisis Venezuela memberi dampak dimana banyaknya imigran yang masuk dan tak jarang menimbulkan masalah bagi negara yang dimasuki. Banyak warga juga yang harus mencari penghasilan hingga keluar negeri dan rela melakukan pekerjaan apapun meskipun harus bekerja sebagai PSK. Selain memunculkan isu ekonomi, isu keamanan juga turut muncul dimana banyaknya penyelundupan komoditas-komoditas yang merupakan barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan, obat-obatan dan barang-barang lainnya.

THE CAUSE
Bila berbicara tentang minyak, tentunya tidak akan lepas dari negara-negara lain yang juga merupakan penghasil minyak. Dapat dikatakan negara-negara tersebut punya peran yang cukup penting terkait politik minyak di dunia. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harga minyak dunia tengah menurun cukup drastis. Banyak hal yang disinyalir dianggap sebagai penyebab dari turunnya harga minyak dunia. Mulai dari munculnya alternatif baru penambangan minyak hingga masifnya suplai negara-negara penghasil minyak di dunia disinyalir menjadi penyebab penurunan harga tersebut.
Amerika Serikat menemukan alternatif baru terkait pertambangan minyak bumi. AS tengah mengembangkan teknologi mereka yang disebut dengan “fracking”. Fracking merupakan metode penambangan minyak dengan melakukan ekstraksi material seperti batuan-batuan. Mereka mengklaim bahwa metode ini lebih efisien daripada metode penambangan biasa pada umumnya. Disamping hal tersebut, AS sebenarnya bukanlah negara penghasil minyak. Namun sejak dikembangkannya teknologi pertambangan mereka maka AS yang asalnya merupakan konsumen atau importir minyak bumi, kini dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak bergantung pada supplier minyak. Berkaitan dengan hal itu sesuai dengan hukum ekonomi dimana permintaan menurun atau berkurang, maka harga barang atau komoditas juga akan turun.
THE SAUDI’S INVOLVEMENT
                Arab Saudi merupakan negara peghasil minyak bumi terbesar di dunia. Saat harga minyak tengah turun, diketahui bahwa Arab dan negara-negara penghasil minyak di sekitarnya tengah menimbun suplai minyak dunia. Hal tersebut tentu sangat jelas menyebabkan penurunan yang drastis terhadap harga minyak dunia. Dimana suplai atau pasokan melebihi angka permintaan, maka harga akan turun. Pastinya kita akan bertanya-tanya mengapa Arab melakukan tindakan yang demikian. Tindakan yang dilakukan oleh Arab tentu tidak rasional untuk dilakukan.
Dalam HI menurut perspektif realisme, dikatakan bahwa sistem internasional bersifat anarki atau tidak ada otoritas/ pemerintahan tertinggi di dalamnya. Dalam sistem internasional yang anarki, setiap aktor di dalamnya yakni negara cenderung self-help dan mengandalkan kekuatanya sendiri (struggle for power) untuk dapat bertahan. Bila dikaitkan dengan Arab Saudi, dapat dilihat bahwa Arab menunjukkan power atau kekuatanya lewat minyak. Mengapakah demikian?
Pada sekitar tahun 1970-an, Arab Saudi pernah menggunakan minyak sebagai senjata politiknya. Saat itu Arab menggunakannya untuk menghadapi Iran yang merupakan rivalnya yang juga merupakan negara penghasil minyak bumi. Dumping minyak yang dilakukan oleh Arab dalam kasus ini tentu tujuan kurang lebih sama. Arab sebagai pemain lama dalam pertambangan minyak bumi dan termasuk supplier terbesar minyak bumi di dunia. Dilansir dari beberapa sumber, Arab memiliki tujuan untuk menjatuhkan pesaingnya-pesaingya sebagai produsen minyak bumi. Mereka melakukan dumping dengan tujuan agar negara-negara pesaingnya melakukan hal yang sama. Dengan banyaknya suplai minyak dunia maka harganya kelak akan turun. Arab Saudi mengklaim bahwa mereka memiliki efisiensi dalam segi biaya produksi minyak. Dumping yang dilakukan untuk menurunkan harga bertujuan untuk memberikan imbas pada negara-negara penghasil minyak lainnya dimana hasil dari penjualan minyak tersebut tidak dapat menutupi biaya produksi dan lama kelamaan akan merugikan negara-negara penghasil minyak lainnya.

CONCLUSION
                Venezuela merupakan negara yang terkena imbas cukup besar dari politik minyak dunia. Karena ketergantungannya dan sumber pemasukan utama negara hanya dari satu komoditas saja yakni minyak bumi. Pandangan tentang power yang yang selalu lekat dengan kekuatan militer tidaklah lagi relevan dalam kasus ini. Tindakan Arab Saudi dalam melakukan dumping minyak dapat dikategorikan sebagai Hard Power dalam HI. Tindakan yang dilakukan oleh Arab Saudi tersebut memberikan dampak langsung terutama terhadap Venezuela. Setiap tindakan yang dilakukan oleh aktor-aktor dalam hubungan internasional mungkin sering dipertanyakan rasionalitasnya bila tindakan tersebut cukup kontroversional. Namun meskipun kadang dinilai tidak rasional, tiap tindakan yang dilakukan oleh satu aktor dalam hi pasti ada maksud dan tujuan terntentu. Dari kasus ini dapat dilihat juga bahwa politik dunia dinamis dan penuh dengan ketidakpastian/ uncertainty.


Sumber :


Komentar